> Gugus Sekolah Ki Gede Mayung: Dokumentasi
Showing posts with label Dokumentasi. Show all posts
Showing posts with label Dokumentasi. Show all posts

PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH SE-KECAMATAN GUNUNGJATI KABUPATEN CIREBON

 

Forum Kerja Kelompok Kepala Sekolah (KKKS) di kecamatan Gunung jati Kabupaten Cirebon , keberadaan forum tersebut sangat di sadari semua oleh Kepala Sekolah bahwa maju mundur suatu lembaga terletak pada kepala sekolah. Hal itu pada dalam momen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah tahun 2021 , momen yang sangat berharga bagi kepala sekolah .Masing-masing memberikan input yang baik antar kepala sekolah walau dalam kapasitas pada tingkat Kecamatan. Etalase keberhasilan dengan strategi sekolah yang di paparkan pada presentase melalui powerpoint dilanjutkan pada visitasi kunjungan team penilai di masing-masih sekolah se- kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon.


Dari hasil penilaian tersebut , semakin jelas bahwa langkah ke depan segala kekurangan selama satu tahun tindak lanjut program akan menjadikan acuan perbaikan bagi sekolah-sekolah.

Berkaitan dengan momen tersebut ,  Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter telah diterbitkan. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang telah diamanatkan dalam Nawacita Nomor 8. Implementasi PPK dalam lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan Formal.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menargetkan bahwa pada tahun 2019  seluruh  sekolah  telah  mengimplementasikan  PPK.  Untuk  itu,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun  Panduan Prakts Penguatan Pelibatan Tripusat Pendidikan dalam Penguatan pendidikan Karakter (PPK) oleh Kepala Sekolah ini untuk membantu pemahaman tentang konsep dan bagaimana mempercepat implementasi PPK di seluruh satuan pendidikan, Semoga.

SD NEGERI 2 MAYUNG DENGAN PROFILNYA

 



TUTI PUSPARIYANI,Spd.SD.

NIP. 19640125 198603 2 005

KEPALA SEKOLAH SD NEGERI 2 MAYUNG

 

Visi

menjadikan peserta didik yang sholeh dan sholehah,berakhlak mulia,mandiri,terampil,kreatif dan Berprestasi.

Misi

  1.  KBM sesuai dengan kurikulum yang berlaku memadukan berbagai pendekatan yang berorientasi pada perkembangan potensi peserta didik.
  2. Menyelenggarakan pendidikan ekstrakulikuler yang berorientasi pada perkembangan bakat dan minat,pembentukan sikap disiplin,budi pekerti dan akhlak mulia.
  3. Menyelenggarakan manajemen sekolah yang efektif dan efisien dalam upaya tercapainya kbm yang bermutu.
  4. Menciptakan iklim organisasi sekolah yang sehat dan kondusif yang membutuhkan motivasi kerja.
  5. Membangun kerjasama dengan masyarakat bersama-sama dengan komite sekolah dalam rangka meningkatkan mutu dan relenvansi pendidikan




Tujuan Sekolah 

  1. Siswa selalu menunjukan sikap iman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Siswa sehat jasmani dan rohani.
  3. Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan,kemampuan,dan keterampilan untuk melanjutkan ke jejanang SMP/MTS baik negeri maupun swasta.
  4. Siswa mampu menerapkan iptek di lingkungan.
  5. Siswa berprestasi pada bidang akademik dan non akademik.
  6. Siswa kreatif,terampil dan mau bekerja untuk mau mengembangkan dirinya terus-menerus.
  7. Melaksanakan pengembangan diri siswa secara maksimal melalui kegiatan ekstrakulikuler











Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon di Wilayah Korwil Gunungjati



Kegiatan Seminar : Tantangan Pendidikan Di Era 5.0 : Penerapan Sekolah Digital Sebagai Solusi ke Depan





 

Sosialisasi Dan Penerapan program Digitalisasi Sekolah Tahun 2022

 Tantangan Pendidikan Di Era 5.0 : Penerapan Sekolah Digital Sebagai Solusi ke Depan

H.Eman Sulaiman, S.Pd., M.MPd


Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, Kepala sekolah mempunyai peran yang sangat srtategis di sekolah, oleh karena itu seorang kepala sekolah minimal harus mengetahui tupoksinya sehingga apa yang direncanakan dapat terealisasi,berikut kami sampaikan beberapa tupoksi kepala sekolah :

1.   Kepala Sekolah Sebagai Educator Dalam melakukan fungsi sebagai educator.

Kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di sekolahnya, menciptkan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga pendidik.

2. Kepala Sekolah Sebagai Manager

Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

3. Kepala Sekolah sebagai Administrator

Kepala Sekolah sebagai Administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokomenan seluruh program sekolah.

4. Kepala Sekolah sebagai Supervisor

Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah; agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik,baik kepada orang tua peserta didik,terutama kepada peserta didik, guru, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.

5. Kepala Sekolah sebagai Leader

Kepala sekolah leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga pendidik, membuka komunikasi dua arah, yang mencakup kepribadian, keahlian dasar , pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.

6. Kepala Sekolah sebagai Innovator

Kepala sekolah sebagai innovator akan tercemin dari cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integritas, rasional dan objektif, pragmatis, ketaladanan, disiplin, serta acuntabel dan fleksibel

7. Kepala Sekolah sebagai Motivator

Sebagai motivator. Kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motovasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan efektif, dan menyediakan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB).

8. Kepala Sekolah Sebagai Dinamisiator

Kepala sekolah seabagi dinamisiator artinya, kepada harus mampu menggerakkan roda kepemimpinan ke arah kemajuan, tidak jalan di tempat (statis),selalu berupaya mengejar ketertinggalan.

9. Kepala Sekolah sebagai Evaluator

Monitoring dan evaluasi adalah peran kepala sekolah yang erat kaitannya dengan perencanan, untuk melihat apakah telah tercapai efesiensi dan efektifitas seluruh program kerja yang sudah disepakati bersama.

10. Kepala Sekolah sebagai Fasilitator

Seorang kepala sekolah juga harus mampu menjadi fasilitator dalam segala hal yang mengarahkan pada terwujudnya tujuan pendidikan (peningkatan mutu) sekolah yang dipimpinnya misalnya menfasilitasi hubungan dengan pihak manapun yang berakibat sekolah tersebut menjadi idola masyarakat

11. Kepala Sekolah Berjiwa Seni (Art)

Orang bijak mengatakan dengan agama hidup jadi terarah, dengan ilmu hidup jadi mudah dan dengan seni hidup jadi indah, nah seorang kepala sekolah dalam memimpin sebuah sekolah yang di dalamnya terdapat beragam status sosial, semua itu dapat dikolaborasikan dengan jiwa seni

Peniadaan UN dan Ujian Kesetaraan , SE Mendikbud Nomor 1 tahun 2021



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menerbitkan SE Mendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan UN dan Ujian Keseteraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat  Penyebaran Covid -19. Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan UN dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat Penyebaran Virus Corona Disease ( Covid-19) ditandatanganinya tanggal 1 Februari 2021.

Tentu saja efek dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan berlarut-larut ini , membuat seluruh komponen bangsa terganggu aktifitasnya. Dalam dunia pendidikan termasuk didalamnya , pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak seperti biasa di masa Pandemi Covid-19 ini. Disadari tidak mungkin menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik dalam masa Pandemi Covid-19 yang semakin naik grafiknya . Hingga dalam pelaksanaan proses pelaksanaan ulangan akhir juga ujian . Mendikbud menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021. 

Di bawah ini isi Surat Edaran Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan UN dan Ujian Kesetaraan. Silahkan di UNDUH semoga bermanfaat.



Eksistensi Forum Dunia Pendidikan di Kabupaten Cirebon

Keberadaan Forum di jajaran dinas  pendidikan kabupaten Cirebon banyak sumbangsih pemikiran dan solusi yang diprogramkan oleh Dinas Pendidikan agar program yang sudah direncanakan baik bidang manajerial, edukasi selaras dalam penentuan pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.

Salah satu sosok figur diantara ketua forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dalam tingkat Sekolah dasar se-kabupaten Cirebon , yaitu H. Eman Sulaeman, S.Pd., M.M sekaligus sebagai pengurus K3S tingkat propinsi Jawa Barat. Dia menuturkan setiap momen yang berkaitan dengan dunia pendidikan tanpa merasa lelah ikut memberi andil masukan ide dan gagasan , semata – mata menginginkan dunia pendidikan di kabupaten Cirebon makin meningkat kepekaannya pada kwalitas sumber daya manusia baik bagi Tenaga Pendidikan, Kependidikan, siswa, maupun sarana dan prasarana penunjang  pencapaian dunia pendidikan.

H. Eman Sulaeman, S.Pd, MM. Jabatan Ketua Forum K3S Kab.Cirebon

Program yang sedang dan akan dijalankan dalam situasi masa pandemi ini , bukan untuk mengurangi kinerja bagi tenaga pendidik juga kepala sekolah, tetapi mereka dituntut pada pembelajaran yang baru agar proses belajar mengajar berjalan , tanpa mengurangi kwalitasnya. Apalagi melalui surat edaran Bupati Cirebon Nomor : 451/358/Kesra tentang Penguatan Program Gerakan Masyarakat Mahgrib Mengaji di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Cirebon. H. Eman Sulaeman, S.Pd., M.M menyadari betul edaran tersebut bahwa program tersebut ingin dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon , bukan makin menurun tetapi sebalik semakin menyentuh pendidikan di tengah-tengah masyarakat di masa pandemi ini, otomatis semua komponen pengambil kebijakan ikut andil dengan rambu-rambu protokol di masa pandemi covid-19.

Di sisi lain , dengan kesepakatan yang kuat jajaran dunia pendidikan telah membentuk kepanitaan untuk diperlukannya sekolah baru ditingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Plumbon di tahun 2021 dengan tanggal keputusan 24 maret 2021.

Susunan Kepanitiaan tersebut , diantaranya :

Drs. H. Asdullah SA, MM. Jabatan Kepala Dinas kab. Cirebon sebagai Penanggungjawab
Ir.H. Pahim, Jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan sebagai Ketua
 H. Amin, SPd Jabatan Kabid PSMP sebagai Sekretaris
Drs. Nano Sutarno, M.MPd, Jabatan Korwas sebagai anggota
H. Gombang Rosmata, S.Pd., M.MPd, Jabatan MKPS sebagai anggota
 H. Syaikul Iman , S.Pd, Jabatan Kasih Sapras sebagai anggota 
Yadi Supriyadi, S.Sos., M.Pd, Jabatan Kasi Kurikulum sebagai anggota
Didi Nurdadi, S.Pd, Jabatan kasi Tentis sebagai anggota
Aceng Sudarman, S.H,  Jabatan Ketua Dewan Pendidikan sebagai anggota
H. Jira, S.Pd. Jabatan Ketua KKPS SD sebagai anggota
H. Eman Sulaeman, S.Pd, MM. Jabatan Ketua Forum K3S Kab.Cirebon sebagai anggota
Didin Jaenudin, S.Pd, Jabatan MKKS SMP Negeri sebagai anggota
Ibnu Ubaidillah, S.Pd, M.MPd, Jabatan MKKS SMP Swasta sebagai anggota
Edi Masedi, S.Pd, Jabatan Ketua K3S Kec. Plumbon sebagai anggota

Semoga program tersebut tidak ada hambatan , tutur Ketua Forum K3S Kabupaten Cirebon H. Eman Sulaeman, S.Pd, MM. Karena disadari semua muncul peningkatan sumber daya manusia di kabupaten Cirebon akan sangat besar sekali kontribusi pada kemajuan pemerintah daerah Kabupaten , sebagai etalase kwalitas . Semoga.

 

PENGARUH COVID-19 TEHADAP DUNIA PENDIDIKAN


Penulis : H. Eman Sulaiman , M.MPd






1. Dampak Covid Tehadap Dunia Pendidikan

Sejak diumumkan oleh Presiden Joko Widodo mengenai kasus pertama  Coronavirus Disease  2019 (Covid-19) pada awal Maret 2020 yang lalu, Indonesia kemudian dihadapkan pada masa pandemi. Hampir seluruh sektor kehidupan lumpuh, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Apalagi saat itu, seluruh satuan pendidikan maupun lembaga pendidikan tinggi memasuki akhir semester genap dan akan menghadapi masa penilaian akhir tahun atau ujian sekolah, yang kemudian diikuti dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Pada pertengahan April 2020, Kemendikbud juga menayangkan program Belajar dari Rumah (BDR) yang disiarkan TVRI. Program ini diisi dengan berbagai tayangan edukatif dan menyenangkan sebagai alternatif pembelajaran bagi peserta didik, orang tua, dan guru.  

Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, DAN MERAH, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Pelarangan proses pembelajaran tatap muka dari  daerah Zona Kuning , Orange dengan proses BDR ( Belajar di rumah ) dengan bimbingan Gurunya masing-masing lewat jejaring sosial . Daerah yang dinyatakan Hijau juga dengan aturan yang sangat ketat dengan melakukan kegiatan proses belajar mengajar tatap muka dengan mematuhi aturan protokol yang sangat ketat, Hingga banyak yang memilih proses pembelajaran dengan jarak Jauh .

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada ZONA HIJAU dilakukan dengan penentuan prioritas berdasarkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi terlebih dahulu dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak  (physical distancing),memakai masker, cek suhu badan dibawah suhu 370 boleh mengikuti belajar tatap muka dengan menjalankan portokol  . Persetujuan dari berbagai pihak terkait dengan pendidikan dan kesehatan anak. Pandemi Covid-19 yang dinilai membawa begitu banyak dampak negatif, ternyata juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Dampak positif ini dapat memotivasi untuk melewati masa-masa sulit agar tetap fokus meraih tujuan pendidikan Indonesia yang lebih maju.

a. Memicu Percepatan Transformasi Pendidikan

Pandemi Covid-19 yang datang tak diudang, menyebabkan penutupan sekolah-sekolah dalam upaya menghentikan pergerakkan pandemi. Sebagai gantinya, pemerintah telah memberlakukan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

b. Banyak Munculnya Aplikasi Belajar Online

Percepatan transformasi teknologi pendidikan karena pandemi Corona membuat berbagai platform meluncurkan berbagai aplikasi belajar online guna mendukung PJJ.

c. Banyaknya Kursus Online Gratis

Kursus online gratis mulai marak di tengah pandemi Covid-19. Banyak lembaga bimbingan belajar memberikan kursus online gratis atau ada yang memberikan dengan potongan harga.

d. Munculnya Kreativitas Tanpa Batas

Pandemi Corona membuat ide-ide baru bermunculan. Para ilmuwan, peneliti, dosen bahkan mahasiswa berupaya melakukan eksperimen untuk menemukan vaksi Covid-19.

e. Kolaborasi Orang Tua dan Guru

Selama masa pandemi ini, peserta didik tentu akan menghabiskan waktu belajar di rumah. Di mana ini menuntut adanya kolaborasi yang inovatif antara orang tua dan guru sehingga peserta didik tetap bisa menjalani belajar online dengan efektif.

g. Penerapan Ilmu di Tengah Keluarga

Saat semua sekolah ditutup dan  Belajar Dari Rumah, menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan ilmu di tengah keluarga. Baik hanya sekedar membuka diskusi kecil atau dengan mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada keluarga.

h. Membangun Mental Positif

Dr. Ibrahim Elfiky (Maestro Motivator Muslim Dunia ) dalam bukunya yang  berjudul Terapi Berpikir Positif mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah dengan Tawakal kepada Allah. Dengan begitu, kita akan mendapatkan kekuatan spritual untuk melakukan perubahan. Setelah itu ganti pikiran kita dengan pikiran positif, ini akan berpengaruh terhadap kondisi jiwa.


2.  Pembelajaran Efektif di masa Pandemik 

Seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak. Seluruh materi disampaikan di rumah masing-masing. Begitu bunyi Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang melatarbelakangi pembelajaran secara daring. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini.

Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Padahal jika dicermati ada metode pembelajaran yang efektif di masa pandemi Covid-19 ini.

a.    Project Based Learning.

Metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020. 

b.    Daring Method.

Metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman.

c.    Luring Method.

Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal.

d.    Home Visit Method.

Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu.

e.    Blended Learning.

Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video converence. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.

   


Biografi :


Nama  : Eman Sulaiman, M.MPd

Lahir : Cirebon

Jabatan : Kepala Sekolah

Diangkat menjadi guru th 1982.Seiring berjalannya waktu dalam mengemban amanah dan dedikasi di dunia pendidikan, tahun 2008 mengikuti seleksi guru berprestasi dengan peringkat pertama tingkat kecamatan Gunungjati, pada tahun 2009. Mengikuti seleksi kepala sekolah tingkat kabupaten Cirebon . Tahun2009 di angkat kepala sekolah  SDN  Jatimerta 5 tahun .Tahun 2014 rotasi kepala sekolah  di SDN 3 klayan .Tambahah jabatan .

Prestasi yang di raih dalam akademik semata mata berkat perjuangan dan dedikasi serta motivasi yang dilakukan dengan penuh semangat dan keiklasan dalam pengabdian.selain itu kami di percaya di beberapa induk organisasi di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun di tingkat provinsi. Di tingkat kecamatan di percaya sebagai ketua K3S Gunungjati 2 periode, sebagai ketua forum K3S kabupaten Cirebon 2 periode, sebagai Sekjen forum k3S provinsi Jawa Barat .Selain itu aktif di organisasi profesi guru PGRI kabupaten Cirebon sebagai Pengurus Bidang Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan. Itulah selayang pandang perjalanan biografi kami semoga menjadikan motivasi bagi rekan- rekan seperjuangan dalam membangun pendidikan kedepan dengan penuh keiklasan dedikasi tinggi untuk mencerdaskan Anak Bangsa Regenerasi yang berkarakter dan cerdas,semoga.



Pembiasaan Gerakan Literasi Nasional

       Kenapa muncul sebuah sebuah kalimat " Gerakan Literasi Nasional ", terutama  diprioritaskan pada bidang pendidikan. Pembiasaan bagi masyarakat Indonesia sebagian untuk mempersiapkan bagi generasi penerus bangsa , agar melatih diri untuk memenuhi pembiasaan bagi anak bangsa dalam membaca dengan menyimak. Keseriusan ini tentunya bagi unsur praktisi pendidikan menyikapinya .



Ada kutipan dari Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy . Sejarah  peradaban  umat  manusia  menunjukkan  bahwa  bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga  yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan,  termasuk  informasi  dan  petunjuk  sehari-hari  yang berdampak  besar  bagi  kehidupan.  Ketika  menerima  resep  obat, dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter. Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Kemampuan membaca yang baik tidak sekadar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca. Teks yang dibaca pun tidak hanya kata-kata, tetapi juga bisa berupa simbol, angka, atau grafik.



BEDAH PENDIDIKAN DALAM ACARA JUMPA PISAH INSAN PENDIDIK KECAMATAN GUNUNG JATI

Kepedulian dalam dunia Pendidikan , PGRI Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon merangkul semua komponen komunitas Praktisi pendidikan khususnya di kecamatan Gunung Jati . Dengan suasana keakraban yang sangat hangat sekali terasakan mengurai sebuah kemajuan dalam membangun Anak-anak bangsa sebagai generasi penerus .


Kehadiran sangat lengkap di Hotel Zamrud di Jalan Wahidin Kota Cirebon Ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Drs. Edin Suhaedin , MM., Ketua KKKS ( Kelompok Kepala Sekolah ) Kabupaten Cirebon H. Eman Sulaiman , MM., Kepala Korwil Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon H. Tory Andy Rasi, S.Pd., M.Mpd., Didi Nurdadi, S.Pd. kasi Tentis Diknas Kabupaten Cirebon , Drs. Winoto, Miftahul Mizan, S.Pd. , Yeyen Maryani, M.Pd. ( Seorang pencipta Lagu Mars Ikatan Pengawas Seluruh Indonesia ), Nelis , MM..  Juga seluruh Kepala Sekolah se- Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Kehadiran mereka sangat lengkap untuk memotivasi para kepala sekolah , untuk bisa mendesain lembaganya sesuai dengan amanat Bangsa dalam dunia pendidikan . Kalimat tersebut terungkap oleh ketua PGRI Kecamatan Gunung Jati Aripin, S.Pd. dengan di dampingi Mardi , S.Pd. karena disadari tanpa skill yang matang dari kepala sekolah , tujuan lembaga pendidikan akan sia-sia mencapai tujuan yang diamanatkan Negara .
Peran yang penting dari kepala sekolah sebagai seorang administrator, supervisor ,
 pasilitator merupakan bekal yang kuat untuk mengarahkan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dalam sebuah rencana jangka panjang, menengah, dan jangka satu tahun . Momen tersebut sebenarnya momen yang mengagendakan jumpa pisah dalam tugas PNS yang beralih tugas , tetapi momen tersebut Ketua PGRI Kabupaten Cirebon memohon tebarkan kelebihan – kelebihan tersebut pada wilayah yang akan ditempati di wilayah Kabupaten Cirebon, warnai dengan positif agar dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon makin jelas terlihat peningkatan mutunya. Semoga.

Para Pegowes jajaran Pendidikan Kabupaten Cirebon

Para Pegowes  jajaran Pendidikan Kabupaten Cirebon yang di Prakasai oleh PGRI Kabupaten Cirebon memanfaatkan waktu senggangnya  bersepeda.  bisa jadi merupakan olahraga yang tengah diminati oleh masyarakat, hampir setiap hari bisa melihat orang bersepeda.



Sebenarnya apa saja manfaat  bersepeda bagi kesehatan?

Sepeda pertama kali diperkenalkan di Eropa sekitar akhir abad ke 19, setelah itu mulai menyebar hingga ke Amerika Serikat dan kini hampir ke seluruh dunia. Latihan ini dikenal sebagai salah satu bentuk olahraga yang murah dan bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh. 
Sepeda membantu membentuk tubuh dan memberikan energi. Saat bersepeda gerakan yang dilakukan turut membentuk, menguatkan serta mengencangkan paha, otot betis dan daerah panggul. Selain itu lemak di daerah ini akan berkurang dan diganti oleh otot.

Turut membantu mengurangi selulit di paha, serta mengurangi stres di daerah lutut dan pergelangan kaki dibanding dengan kegiatan lain seperti berjalan atau latihan aerobik.
Sepeda membantu melancarkan sirkulasi darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke semua otot seluruh tubuh.
 Bersepeda diyakini bisa meningkatkan perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti diabetes karena membantu menurunkan berat badan serta menghindari tekanan darah tinggi.
 Sepeda bisa membantu mengurangi kadar stres, hal ini karena umumnya orang melakukan sepeda sambil santai dan menghitup udara segar.
 Sepeda baik untuk kesehatan kardio (jantung), olahraga sepeda bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner.