Miftakul Mizan,S.Pd
Pengawas Binaan Gugus 4 Ki Gede Mayung
Berawal
dari datangnya Ki Bahu Sasra dari Pajajaran yang diutus oleh Raja Pajajaran
untuk menyerang Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati. Setibanya di Cirebon, Ki
Bahu Sasra luluh hatinya mendengar wejangan dari Sunan Gunung Jati dan beliau
menjadi murid Sunan Gunung Jati. Oleh karena Ki Bahu Sasra bisa melindungi /
mengayomi rakyatnya, ia mendapat gelar Ki Gede Mayung, serta diberi tanah
untuk dijadikan pedukuhan yg kemudian menjadi Desa Mayung.
Gelar
tersebut sekarang lebih dikenal dengan sebutan KI GEDE MAYUNG. Hampir setiap
tahunnya dilakukan kegiatan ngunjung ke makam Ki Gede Mayung yang terletak di
Komplek Pemakaman Sunan Gunung jati, Cirebon yang merupakan rasa hormat
masyarakat Mayung kepada leluhurnya.
Dengan dipilihnya Nama
Gugus Sekolah Ki Gede Mayung, besar harapan menginspirasi sifat dan perjuangan
yang telah dilakukan oleh Ki Gede Mayung dapat diaplikasikan dalam kegiatan
keseharian oleh para guru dan Kepala Sekolah dalam menjalankan tugasnya dalam
satu wadah profesional yaitu Gugus Ki Gede Mayung.