> Gugus Sekolah Ki Gede Mayung: Opini Guru
Showing posts with label Opini Guru. Show all posts
Showing posts with label Opini Guru. Show all posts

KA KWARTIR RATING ( KWARRAN ) KECAMATAN GUNUNG JATI TELAH MEMFUNGSIKAN KARANG PAMITRAN PASCA PANDEMI

 


Hj. CASNANI,S.Pd
Ka Kwarran Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon

Gerakan Kwarran Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon . Mulai terbentuknya kepengurusan baru  masa bhakti dari tahun 2022 sampai dengan 2024 . Ketua Hj. Casnani, S.Pd  menempati dirinya sebagai figur kepemimpinan Organisasi Pramuka di tingkat kecamatan. Disadarinya bahwa di masa pandemi yang masih berjalan . Seorang pramuka secepatnya berkiprah ditengah-tengah masyarakat.

Mulailah ketua dengan cepat merancang suatu aktifitas kegiatan kepramukaan ini. Bagaimana dan apa yang harus kita perbuat untuk pendidikan bagi anak bangsa ini.


Mulai dengan melaksanakan kegiatan karang Pamitran bagi para pembina inti dan juga pendampingnya untuk memberikan masukan dan tukar pemikiran.

Menurut Kak Hj casnani, S.Pd menuturkan dalam narasinya Karang Pamitran adalah pertemuan pembina pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan pengalaman dan kepemimpinannya.

Karang pamitran adalah salah satu usaha penyegaran, tukar pengalaman, penambahan pengetahuan dan ketrampilan, yang tidak merupakan jenis dan jenjang kursus, melainkan merupakan salah satu pendidikan informal untuk orang dewasa. Pembina pramuka yang dimaksud adalah termasuk pula pembantu pembina pramuka.

Penertian ini tertuang dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 056 Tahun 1982 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Karang Pamitran yang ditetapkan pada 8 Juli 1982 oleh Ketua Kwartir Nasional yang menjabat saat itu, yaitu Kak Mashudi.

Dari Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) ini disebutkan secara rinci Tujuan, Fungsi, dan Sasaran dari Karang Pamitran. Tujuan Karang Pamitran adalah untuk membina dan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pengalaman, ketrampilan serta menambah dan mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan bagi para pembina pramuka sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di gugusdepan dan satuannya dengan pengabdian dan tanggungjawab yang tinggi.

Sasaran Karang Pamitran adalah agar para peserta dapat mempertebal jiwa korsa di antara mereka, sehingga sesudah mengikuti kegiatan ini mampu menambah saling pengertian dan keakraban diantara sesama pembina pramuka, meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di satuannya, dan mendorongkan minat dan mengembangkan bakat peserta didiknya.

Selain itu juga peserta akan mampu mengelola satuannya dengan baik, membuat program kegiatan yang menarik, termasuk membina anak didiknya sehingga dapat menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK).

Sementara Fungsi dari Karang Pamitran adalah sebagai wadah untuk mempertemukan dan mempersatukan, serta membina persahabatan dan persaudaraan para pembina pramuka, alat untuk mengikat hubungan batin antar pembina pramuka, tempat untuk saling bertukar penglaman, pengetahuan dan kecakapan diantara para pembina pramuka, serta sarana untuk menyampaikan informasi.

Untuk mewujudkan tujuan, sasaran, dan fungsi dari Karang Pamitran, kegiatan ini dapat diselenggarakan sesuai dengan keadaan dan kemampuan setempat, yaitu dalam bentuk perkemahan dan bukan perkemahan. Apabila diselenggarakan dalam bentuk perkemahan harus diusahakan agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah

Karang pamitran diadakan untuk pertemuan pembina pramuka puteri dan pembina pramuka putera, dengan memperhatikan system satuan terpisah. Sesuai dengan kepentingannya, maka dapat diadakan pengelompokkan pembina pramuka siaga, penggalang, serta penegak dan pandega.

Adapun materi kegiatan karang pamitran diarahkan pada pengembangan gugusdepan yang berorientasi pada penggunaan management dan system perencanaan, pemrograman dan anggaran. Materi karang pamitran disesuaikan dengan tingkat dan lamanya pertemuan, peranan, tugas, dan kewajiban serta tanggungjawab pembina pramuka.

Materi-materi tersebut meliputi lima bidang utama, yaitu bidang organisasi, bidang administrasi, bidang kegiatan, bidang kegiatan, dan bidang lainnya termasuk di dalamnya adalah pengetahuan umum, kebijakan pemerintah, dan hubungan masyarakat.



Sosialisasi Dan Penerapan program Digitalisasi Sekolah Tahun 2022

 Tantangan Pendidikan Di Era 5.0 : Penerapan Sekolah Digital Sebagai Solusi ke Depan

H.Eman Sulaiman, S.Pd., M.MPd


Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, Kepala sekolah mempunyai peran yang sangat srtategis di sekolah, oleh karena itu seorang kepala sekolah minimal harus mengetahui tupoksinya sehingga apa yang direncanakan dapat terealisasi,berikut kami sampaikan beberapa tupoksi kepala sekolah :

1.   Kepala Sekolah Sebagai Educator Dalam melakukan fungsi sebagai educator.

Kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di sekolahnya, menciptkan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga pendidik.

2. Kepala Sekolah Sebagai Manager

Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

3. Kepala Sekolah sebagai Administrator

Kepala Sekolah sebagai Administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokomenan seluruh program sekolah.

4. Kepala Sekolah sebagai Supervisor

Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah; agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik,baik kepada orang tua peserta didik,terutama kepada peserta didik, guru, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.

5. Kepala Sekolah sebagai Leader

Kepala sekolah leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga pendidik, membuka komunikasi dua arah, yang mencakup kepribadian, keahlian dasar , pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.

6. Kepala Sekolah sebagai Innovator

Kepala sekolah sebagai innovator akan tercemin dari cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kreatif, delegatif, integritas, rasional dan objektif, pragmatis, ketaladanan, disiplin, serta acuntabel dan fleksibel

7. Kepala Sekolah sebagai Motivator

Sebagai motivator. Kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motovasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan efektif, dan menyediakan berbagai sumber belajar melalui pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB).

8. Kepala Sekolah Sebagai Dinamisiator

Kepala sekolah seabagi dinamisiator artinya, kepada harus mampu menggerakkan roda kepemimpinan ke arah kemajuan, tidak jalan di tempat (statis),selalu berupaya mengejar ketertinggalan.

9. Kepala Sekolah sebagai Evaluator

Monitoring dan evaluasi adalah peran kepala sekolah yang erat kaitannya dengan perencanan, untuk melihat apakah telah tercapai efesiensi dan efektifitas seluruh program kerja yang sudah disepakati bersama.

10. Kepala Sekolah sebagai Fasilitator

Seorang kepala sekolah juga harus mampu menjadi fasilitator dalam segala hal yang mengarahkan pada terwujudnya tujuan pendidikan (peningkatan mutu) sekolah yang dipimpinnya misalnya menfasilitasi hubungan dengan pihak manapun yang berakibat sekolah tersebut menjadi idola masyarakat

11. Kepala Sekolah Berjiwa Seni (Art)

Orang bijak mengatakan dengan agama hidup jadi terarah, dengan ilmu hidup jadi mudah dan dengan seni hidup jadi indah, nah seorang kepala sekolah dalam memimpin sebuah sekolah yang di dalamnya terdapat beragam status sosial, semua itu dapat dikolaborasikan dengan jiwa seni

Peniadaan UN dan Ujian Kesetaraan , SE Mendikbud Nomor 1 tahun 2021



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menerbitkan SE Mendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan UN dan Ujian Keseteraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat  Penyebaran Covid -19. Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan UN dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat Penyebaran Virus Corona Disease ( Covid-19) ditandatanganinya tanggal 1 Februari 2021.

Tentu saja efek dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan berlarut-larut ini , membuat seluruh komponen bangsa terganggu aktifitasnya. Dalam dunia pendidikan termasuk didalamnya , pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak seperti biasa di masa Pandemi Covid-19 ini. Disadari tidak mungkin menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik dalam masa Pandemi Covid-19 yang semakin naik grafiknya . Hingga dalam pelaksanaan proses pelaksanaan ulangan akhir juga ujian . Mendikbud menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021. 

Di bawah ini isi Surat Edaran Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan UN dan Ujian Kesetaraan. Silahkan di UNDUH semoga bermanfaat.



Eksistensi Forum Dunia Pendidikan di Kabupaten Cirebon

Keberadaan Forum di jajaran dinas  pendidikan kabupaten Cirebon banyak sumbangsih pemikiran dan solusi yang diprogramkan oleh Dinas Pendidikan agar program yang sudah direncanakan baik bidang manajerial, edukasi selaras dalam penentuan pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.

Salah satu sosok figur diantara ketua forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dalam tingkat Sekolah dasar se-kabupaten Cirebon , yaitu H. Eman Sulaeman, S.Pd., M.M sekaligus sebagai pengurus K3S tingkat propinsi Jawa Barat. Dia menuturkan setiap momen yang berkaitan dengan dunia pendidikan tanpa merasa lelah ikut memberi andil masukan ide dan gagasan , semata – mata menginginkan dunia pendidikan di kabupaten Cirebon makin meningkat kepekaannya pada kwalitas sumber daya manusia baik bagi Tenaga Pendidikan, Kependidikan, siswa, maupun sarana dan prasarana penunjang  pencapaian dunia pendidikan.

H. Eman Sulaeman, S.Pd, MM. Jabatan Ketua Forum K3S Kab.Cirebon

Program yang sedang dan akan dijalankan dalam situasi masa pandemi ini , bukan untuk mengurangi kinerja bagi tenaga pendidik juga kepala sekolah, tetapi mereka dituntut pada pembelajaran yang baru agar proses belajar mengajar berjalan , tanpa mengurangi kwalitasnya. Apalagi melalui surat edaran Bupati Cirebon Nomor : 451/358/Kesra tentang Penguatan Program Gerakan Masyarakat Mahgrib Mengaji di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Cirebon. H. Eman Sulaeman, S.Pd., M.M menyadari betul edaran tersebut bahwa program tersebut ingin dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon , bukan makin menurun tetapi sebalik semakin menyentuh pendidikan di tengah-tengah masyarakat di masa pandemi ini, otomatis semua komponen pengambil kebijakan ikut andil dengan rambu-rambu protokol di masa pandemi covid-19.

Di sisi lain , dengan kesepakatan yang kuat jajaran dunia pendidikan telah membentuk kepanitaan untuk diperlukannya sekolah baru ditingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Plumbon di tahun 2021 dengan tanggal keputusan 24 maret 2021.

Susunan Kepanitiaan tersebut , diantaranya :

Drs. H. Asdullah SA, MM. Jabatan Kepala Dinas kab. Cirebon sebagai Penanggungjawab
Ir.H. Pahim, Jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan sebagai Ketua
 H. Amin, SPd Jabatan Kabid PSMP sebagai Sekretaris
Drs. Nano Sutarno, M.MPd, Jabatan Korwas sebagai anggota
H. Gombang Rosmata, S.Pd., M.MPd, Jabatan MKPS sebagai anggota
 H. Syaikul Iman , S.Pd, Jabatan Kasih Sapras sebagai anggota 
Yadi Supriyadi, S.Sos., M.Pd, Jabatan Kasi Kurikulum sebagai anggota
Didi Nurdadi, S.Pd, Jabatan kasi Tentis sebagai anggota
Aceng Sudarman, S.H,  Jabatan Ketua Dewan Pendidikan sebagai anggota
H. Jira, S.Pd. Jabatan Ketua KKPS SD sebagai anggota
H. Eman Sulaeman, S.Pd, MM. Jabatan Ketua Forum K3S Kab.Cirebon sebagai anggota
Didin Jaenudin, S.Pd, Jabatan MKKS SMP Negeri sebagai anggota
Ibnu Ubaidillah, S.Pd, M.MPd, Jabatan MKKS SMP Swasta sebagai anggota
Edi Masedi, S.Pd, Jabatan Ketua K3S Kec. Plumbon sebagai anggota

Semoga program tersebut tidak ada hambatan , tutur Ketua Forum K3S Kabupaten Cirebon H. Eman Sulaeman, S.Pd, MM. Karena disadari semua muncul peningkatan sumber daya manusia di kabupaten Cirebon akan sangat besar sekali kontribusi pada kemajuan pemerintah daerah Kabupaten , sebagai etalase kwalitas . Semoga.

 

PENGARUH COVID-19 TEHADAP DUNIA PENDIDIKAN


Penulis : H. Eman Sulaiman , M.MPd






1. Dampak Covid Tehadap Dunia Pendidikan

Sejak diumumkan oleh Presiden Joko Widodo mengenai kasus pertama  Coronavirus Disease  2019 (Covid-19) pada awal Maret 2020 yang lalu, Indonesia kemudian dihadapkan pada masa pandemi. Hampir seluruh sektor kehidupan lumpuh, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Apalagi saat itu, seluruh satuan pendidikan maupun lembaga pendidikan tinggi memasuki akhir semester genap dan akan menghadapi masa penilaian akhir tahun atau ujian sekolah, yang kemudian diikuti dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Pada pertengahan April 2020, Kemendikbud juga menayangkan program Belajar dari Rumah (BDR) yang disiarkan TVRI. Program ini diisi dengan berbagai tayangan edukatif dan menyenangkan sebagai alternatif pembelajaran bagi peserta didik, orang tua, dan guru.  

Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, DAN MERAH, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Pelarangan proses pembelajaran tatap muka dari  daerah Zona Kuning , Orange dengan proses BDR ( Belajar di rumah ) dengan bimbingan Gurunya masing-masing lewat jejaring sosial . Daerah yang dinyatakan Hijau juga dengan aturan yang sangat ketat dengan melakukan kegiatan proses belajar mengajar tatap muka dengan mematuhi aturan protokol yang sangat ketat, Hingga banyak yang memilih proses pembelajaran dengan jarak Jauh .

Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada ZONA HIJAU dilakukan dengan penentuan prioritas berdasarkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi terlebih dahulu dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak  (physical distancing),memakai masker, cek suhu badan dibawah suhu 370 boleh mengikuti belajar tatap muka dengan menjalankan portokol  . Persetujuan dari berbagai pihak terkait dengan pendidikan dan kesehatan anak. Pandemi Covid-19 yang dinilai membawa begitu banyak dampak negatif, ternyata juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Dampak positif ini dapat memotivasi untuk melewati masa-masa sulit agar tetap fokus meraih tujuan pendidikan Indonesia yang lebih maju.

a. Memicu Percepatan Transformasi Pendidikan

Pandemi Covid-19 yang datang tak diudang, menyebabkan penutupan sekolah-sekolah dalam upaya menghentikan pergerakkan pandemi. Sebagai gantinya, pemerintah telah memberlakukan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

b. Banyak Munculnya Aplikasi Belajar Online

Percepatan transformasi teknologi pendidikan karena pandemi Corona membuat berbagai platform meluncurkan berbagai aplikasi belajar online guna mendukung PJJ.

c. Banyaknya Kursus Online Gratis

Kursus online gratis mulai marak di tengah pandemi Covid-19. Banyak lembaga bimbingan belajar memberikan kursus online gratis atau ada yang memberikan dengan potongan harga.

d. Munculnya Kreativitas Tanpa Batas

Pandemi Corona membuat ide-ide baru bermunculan. Para ilmuwan, peneliti, dosen bahkan mahasiswa berupaya melakukan eksperimen untuk menemukan vaksi Covid-19.

e. Kolaborasi Orang Tua dan Guru

Selama masa pandemi ini, peserta didik tentu akan menghabiskan waktu belajar di rumah. Di mana ini menuntut adanya kolaborasi yang inovatif antara orang tua dan guru sehingga peserta didik tetap bisa menjalani belajar online dengan efektif.

g. Penerapan Ilmu di Tengah Keluarga

Saat semua sekolah ditutup dan  Belajar Dari Rumah, menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan ilmu di tengah keluarga. Baik hanya sekedar membuka diskusi kecil atau dengan mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada keluarga.

h. Membangun Mental Positif

Dr. Ibrahim Elfiky (Maestro Motivator Muslim Dunia ) dalam bukunya yang  berjudul Terapi Berpikir Positif mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah dengan Tawakal kepada Allah. Dengan begitu, kita akan mendapatkan kekuatan spritual untuk melakukan perubahan. Setelah itu ganti pikiran kita dengan pikiran positif, ini akan berpengaruh terhadap kondisi jiwa.


2.  Pembelajaran Efektif di masa Pandemik 

Seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak. Seluruh materi disampaikan di rumah masing-masing. Begitu bunyi Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang melatarbelakangi pembelajaran secara daring. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini.

Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Padahal jika dicermati ada metode pembelajaran yang efektif di masa pandemi Covid-19 ini.

a.    Project Based Learning.

Metode project based learning ini sangat efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Metode pembelajaran ini sangatlah cocok bagi pelajar yang berada pada zona kuning atau hijau. Metode project based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi dari Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020. 

b.    Daring Method.

Metode daring ini sangatlah cocok diterapkan bagi pelajar yang berada pada kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring, sistem pembelajaran yang disampaikan akan tetap berlangsung dan seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman.

c.    Luring Method.

Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protocol ketat new normal.

d.    Home Visit Method.

Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu.

e.    Blended Learning.

Metode blended learning adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video converence. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.

   


Biografi :


Nama  : Eman Sulaiman, M.MPd

Lahir : Cirebon

Jabatan : Kepala Sekolah

Diangkat menjadi guru th 1982.Seiring berjalannya waktu dalam mengemban amanah dan dedikasi di dunia pendidikan, tahun 2008 mengikuti seleksi guru berprestasi dengan peringkat pertama tingkat kecamatan Gunungjati, pada tahun 2009. Mengikuti seleksi kepala sekolah tingkat kabupaten Cirebon . Tahun2009 di angkat kepala sekolah  SDN  Jatimerta 5 tahun .Tahun 2014 rotasi kepala sekolah  di SDN 3 klayan .Tambahah jabatan .

Prestasi yang di raih dalam akademik semata mata berkat perjuangan dan dedikasi serta motivasi yang dilakukan dengan penuh semangat dan keiklasan dalam pengabdian.selain itu kami di percaya di beberapa induk organisasi di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun di tingkat provinsi. Di tingkat kecamatan di percaya sebagai ketua K3S Gunungjati 2 periode, sebagai ketua forum K3S kabupaten Cirebon 2 periode, sebagai Sekjen forum k3S provinsi Jawa Barat .Selain itu aktif di organisasi profesi guru PGRI kabupaten Cirebon sebagai Pengurus Bidang Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan. Itulah selayang pandang perjalanan biografi kami semoga menjadikan motivasi bagi rekan- rekan seperjuangan dalam membangun pendidikan kedepan dengan penuh keiklasan dedikasi tinggi untuk mencerdaskan Anak Bangsa Regenerasi yang berkarakter dan cerdas,semoga.



MENULIS ITU SANGAT MENYENANGKAN


Kenapa? Mari kita buktikan!

Memang tidak semua orang suka ataupun pandai merangkai kata menjadi sebuah tulisan yang dapat dinikmati semua orang, itu perlu ketelatenan dan ketekunan. Bahkan sudah marak sekali jika rasa malas untuk menulis pun itu banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Padahal menulis adalah aktifitas yang paling baik dan bermanfaat untuk setiap orang. Dengan menulis, banyak yang bisa kita dapatkan dan banyak inspirasi yang muncul sengaja ataupun tidak. Aktivitas menulis pun seharusnya sudah melekat dalam diri mahasiswa, karena menulis itu layak disebut sebagai tugas mahasiswa.

Angan-angan, ide atau gagasan, dan mimpi pasti dimiliki setiap insan di hamparan bumi nan luas ini, alangkah indah dan luar bisa jika semua itu kita tuangkan dalam rangkaian kata sehingga membentuk kumpulan paragraf sampai bnyak bab sehingga terciptlah karya yang luar biasa. Coba Kita tengok saja, banyak penulis-penulis yang sukses, tidak hanya di kalangan orang tua, dewasa ataupun mahasiswa saja yang bisa melakukannya. Akan tetapi remaja dan anak kecil pun dapat menciptakan rangkaian kata indah nan berkesan untuk dinikmati banyak orang.

Menulis harus diawali dengan banyak membaca, karena dengan banyak membaca kita akan kaya dengan kata dan mempunyai analisis baik tentang tulisan-tulisan dari buku yang kita telah baca. Semua itu akan menjadi inspirasi untuk menulis.

Menyenangkan bukan, karena kita dapat menuangkan banyak inspirasi dan ide yang kita punya untuk menjadi sebuah tulisan yang indah. Perasaan senang, sedih, motivasi ataupun perasaan bimbang pun dapat kita jadikan tulisan yang bagus. Menghilangkan penat pun juga bisa dengan menulis, karena apa yang membuat kirta benat dapat kitra rangkai menjadi sebuah tulisan.

Kita budayakan untuk menulis, siapkan diri kita untuk menjadi penulis. Dan jangan jadikan sebuah aktifitas menulis menjadi sebuah yang tidak berguna karna itu semua salah.



 

SOLUSI HONORER MENJADI TENAGA P3K

 


Di tahun 2020  Pemerintah sebagian kecil merekrut CPNS. Sebaga gantinya 2021 . Pemerintah akan menggelar rekrutmen CPNS.
Pemerinta juga akhirnya membuka pendaftaran lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau yang dikenal dengan istilah Pegawai P3K. Lowongan ini ditujukan untuk menggantikan sistem pegawai honorer yang biasa dilakukan oleh Pemerintah Daerah juga Kementrian.
Dengan menggunakan sistem perjanjian kerja, setiap orang sekarang terbuka kesempatan untuk bekerja di peperintah karena tidak terpatok oleh usia . Juga pegawai perjanjian kerja ini terbuka untuk siapa saja yang memiliki kualifikasi baik itu dari fresh graduate ataupun profesional .


Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2020 Tentang Jenis Jabatan yang dapat diisi oleh Pemerintah dengan Perjanjian Kerja .
 Kriterianya menurut Pasal 2 ayat 1 Jabatan yang dapat diisi oleh PPPK meliputi: JF (Jabatan Fungsional) dan JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi).

Pada JF ini Jabatan Fungsional  salah satunya lowongan untuk bisa meraih sebagai tenaga P3K , Mendikbud Nadiem Makariem menegaskan bahwa semua guru honorer dari sekolah negeri maupun swasta bisa mengikuti seleksi P3K 2021.

Pemerintah berencana merekrut 1 juta guru honorer dalam rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang seleksinya akan berlangsung pada 2021. Jadwal pendaftaran hingga seleksi P3K ini diumumkan oleh panitia seleksi nasional pada Januari tahun depan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan seleksi P3K 2021 bisa diikuti oleh semua guru honorer di sekolah negeri maupun swasta. Hal tersebut  harus mengubah pola pikirnya, sudah tidak ada dahulu-dahuluan lagi.

Sementara tes P3K juga akan dilakukan secara daring. Sistem seleksi daring memungkinkan para guru honorer dari seluruh wilayah Indonesia mudah mengikuti tes.

Semua guru honorer yang ada bisa mengikuti asalkan sesuai kriteria menjadi peserta, termasuk yang berusia di atas 35 tahun masih berkesempatan mengikut..

Konsep Pemerintah seleksi P3K pada 2021 berfokus untuk mencari guru-guru berkualitas yang sesuai dengan kriteria seleksi. Oleh karena itu, peserta seleksi ini diberi kesempatan untuk mengikuti tes yang ketat hingga tiga kali.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyediakan pembelajaran daring secara mandiri untuk para guru honorer. Otomatis Calon peserta bisa mengasah kemampuannya agar kemungkinan lulus seleksi lebih tinggi. Dalam ini Pemerintah menyediakan pengajar yang berkualitas bagi anak didik.

Bagi tenaga honorer siap mulai membekali diri , agar bisa masuk bagian Pegawai P3K . salah satunya benahi data diri di Dapodik, Bekali pengetahuan dari berbagai sumber yang berkaitan Tugas sebagai Guru, semoga


Silahkan Unduh ... Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2020 Tentang Jenis Jabatan yang dapat diisi oleh Pemerintah dengan Perjanjian Kerja 

Contoh soal Rekrutmen Pegawai P3K , di bawah ini.


 

Persiapan dan Kesiapan Sekolah dalam Pembelajaran Tatap Muka di tahun 2021

 


Menginjak akhir lliburan semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 , pelaksanaan kegiatan belajar mengajar awal semester 2 dimulai bulan Januari 2021 . Satuan Pendidikan diminta segala peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan tatap muka yang berkaitan dengan dengan pandemi Covid-19.
Satuan Pendidikan diminta sekurang-kurangnya harus melakukan persiapan antara lain.
  1. Komitmen dan konsisten dari Kepala sekolah beserta Guru dan Tenaga Kependidikan.
  2. Menyusun tatana kebiasan baru di sekolah .
  3. Menyusun, menetapkan, menerapkan , dan menginternalisasi kebijakan teknis sekolh dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
  4. Sarana dan Prasarana pendukung.
  5. Pengawasan dan penendalian penerapan protokol kesehatan.
  6. Sosialisasi dan persetujuan
  7. Pengambilan keputusan secara cepat , tepat, dan cermat.
  8. Sistem pembelajaran.
Silahkan  rekan Guru mau download persiapan dan kesiapan pembelajaran tahun 2021 pada semester bagi SD/SMP/SMA sederajat , pada tautan di bawah ini.
 Downloud
  1. Surat Pernyataan Kesanggupan Sekolah, Downloud
  2. Surat Pernyataan Persetujuan Komite Sekolah, Downloud
  3. Surat Pernyataan Persetujuan Orang Tua/Wali siswa, Downloud
  4. Surat Pernyataan Persetujuan Peserta Didik, Downloud
  5. SK Tim Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, Downloud

Kesiapan tersebut juga atas ijin Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pembelajaran Tatap Muka , apabila sekolah mempunyai standar untuk layak melaksanakan pembelajaran tatap muka di pandemi Covid-19. Seperti yang diputuskan oleh keputusan bersama Pemerintah, seperti di bawah ini .


Pembiasaan Gerakan Literasi Nasional

       Kenapa muncul sebuah sebuah kalimat " Gerakan Literasi Nasional ", terutama  diprioritaskan pada bidang pendidikan. Pembiasaan bagi masyarakat Indonesia sebagian untuk mempersiapkan bagi generasi penerus bangsa , agar melatih diri untuk memenuhi pembiasaan bagi anak bangsa dalam membaca dengan menyimak. Keseriusan ini tentunya bagi unsur praktisi pendidikan menyikapinya .



Ada kutipan dari Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy . Sejarah  peradaban  umat  manusia  menunjukkan  bahwa  bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga  yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan,  termasuk  informasi  dan  petunjuk  sehari-hari  yang berdampak  besar  bagi  kehidupan.  Ketika  menerima  resep  obat, dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter. Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Kemampuan membaca yang baik tidak sekadar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca. Teks yang dibaca pun tidak hanya kata-kata, tetapi juga bisa berupa simbol, angka, atau grafik.



Kemandirian dalam Belajar di Masa Pandemi Covid-19

PANDEMI Corona telah mengubah semua sendi kehidupan. Semua aktivitas dilakukan secara online, karena adanya larangan keluar rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus yang telah menelan banyak korban. Konsep pendidikan juga berubah, tadinya proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, sekarang menggunakan berbagai aplikasi jejaring sosial.

Saat perkuliahan sebagai seorang mahasiswa, yang baru memasuki dunia perkuliahan dituntut kesiapan untuk mengikuti apa yang disampaikan Dosen ,terasa sekali kelabakan mencari sebuah literatur yang ditugaskannya, agar tugas selesai dilaporkan sebagai bentuk nyata mengikuti aktiftas perkuliahan. Kusadari bahwa ini dunia perkuliahan yang sangat jauh dengan belajar di tingkat SMA atau sederajat  .

Tetapi kendala dan kelebihan dari pembelajaran online atau sistem daring ( dalam jaringan ) tentunya ada yang saya alami selama sekian pertemuan untuk mengikuti pembelajaran yang disampaikan setiap Dosen.

Kelebihan tersebut, mau tidak saya harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran online, mencari sumbernya lebih leluasa. Jujur bisa lewat sharing dengan orang terdekat baik itu dengan saudara ataupun dengan orang tua , dari persiapan dalam pembelajaran segi sarananya mulai mempunyai android yang tidak leled jaringannya , lalu dihospotkan ke komputer atau laptop.

jadi bukan saja selama ini menggunakan android digunakan untuk dominan ke jejaring semata, tetapi bagaimana kita mengkolerasikan ke google classroom atau lainnya , untuk melihat tugas juga mencari literatur yang tepat sebagai bahan untuk laporan.

Dari sisi kelebihan tentunya ada kekurangan yang saya alami selama ini , tugas-tugas tersebut yang diberikan secara online , baik melalui Whastapp maupun zom metting muncul menemui kendala, diantarannya.

Saat – saat sedang mengikuti pembelajaran ditengah jalan jaringan internet tidak jalan sama sekali, penyebabnya juga akhirnya dicari apakah jaringan terlalu penuh pengguna, tetapi ternyata banyak kendalanya habisnya kuota, otomatis tidak bisa mengikutinya. Solusi yang ditempuh apabila kuota ada mencari informasi ke rekan akan materi yang diberikan kepada mahasiswa dari dosen.

Terkadang dalam penugasan baik yang kelompok maupun secara individu , menemui keterlabatan laporan yang terkendala pada tugas individu. Kalau tugas kelompok masih bisa sharing sama rekan kelompok.Apalagi ada tugas untuk melaporkan terkadang terganjal oleh batas waktu , hingga hasil yang saya temukan tidak bisa jadikan laporan tugas .

Itulah perjalanan saya selama mengikuti pembelajaran secara daring ada kelebihan dan kekurangan , tetapi pembelajaran tersebut memang sebagai bekal saya menumbuhkan kemandirian yang semakin meningkat. Tanpa usaha kita tidak akan menghasilkan sesuatu, dan Allah menguji seseorang tidak akan melebihi kemampuan mahkluk-Nya, semoga.

ARTI DAN RUANG LINGKUP AKHLAK SERTA PERBEDAANNYA DENGAN MORAL DAN ETIKA

KINERJA KEPALA SEKOLAH

Pengertian Kinerja

Istilah kinerja atau prestasi kerja berasal dari kata job performance yaitu prestasi kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja diartikan juga sebagai tingkat atau derajat pelaksanaan tugas seseorang atas dasar kompe-tensi yang dimilikinya. Istilah kinerja tidak dapat dipisahkan dengan bekerja karena kinerja merupakan hasil dari proses bekerja. Dalam konteks tersebut maka kinerja adalah hasil kerja dalam mencapai suatu tujuan atau persyaratan pekerjaan yang telah ditetapkan. Kinerja dapat dimaknai sebagai ekspresi po-tensi seseorang berupa perilaku atau cara seseorang dalam melaksanakan tugas, sehingga menghasilkan suatu produk (hasil kerja) yang merupakan wujud dari semua tugas serta tanggung jawab pekerjaan yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat ditunjukkan seseorang misalnya guru atau kepala sekolah atau pengawas sekolah, dapat pula ditunjukkan pada unit kerja atau organisasi tertentu misalnya sekolah, lembaga pendidikan, kursus-kursus, dll. Atas dasar itu maka kinerja diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai seseorang atau ke-lompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggungjawab-nya masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang bersang-kutan. Tulisan ini difokuskan pada penilaian kinerja kepala sekolah.Berdasarkan pengertian tersebut yang dimaksud dengan kinerja kepala sekolah/madrasah adalah hasil kerja yang dicapai kepala sekolah/madrasah dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggungjawabnya dalam me-ngelola sekolah yang dipimpinnya. Hasil kerja tersebut merupakan refleksi dari kompetensi yang dimilikinya. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah ditunjukkan dengan hasil kerja dalam bentuk konkrit, dapat diamati, dan dapat diukur baik kualitas maupun kuantitasnya. Kinerja kepala sekolah dalam tulisan ini diukur dari tiga aspek yaitu:
Perilaku da-lam melaksanakan tugas yakni perilaku kepala sekolah pada saat melaksana-kan fungsi-fungsi manajerial,
Cara melaksanakan tugas dalam mencapai hasil kerja yang tercermin dalam komitmen dirinya sebagai refleksi dari kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial yang dimilikinya, dan
Hasil dari pekerjaannya yang tercermin dalam perubahan kinerja sekolah yang dipimpinnya. Ketiga aspek di atas menjadi ranah dari penilaian kinerja kepala se-kolah/madrasah.

Tugas Pokok dan Kompetensi Kepala Sekolah

1. Tugas Pokok

Tugas pokok kepala sekolah pada semua jenjang mencakup tiga bidang, yaitu: (a) tugas manajerial, (b) supervisi dan (c) kewirausahaan. Uraian tugas pokok tersebut adalah sebagai berikut.
Tugas Manajerial
Tugas kepala sekolah dalam bidang manajerial berkaitan dengan penge-lolaan sekolah, sehingga semua sumber daya dapat disediakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.
Tugas manajerial ini meliputi aktivitas sebagai berikut:
  • Menyusun perencanaan sekolah
  • Mengelola program pembelajaran
  • Mengelola kesiswaan
  • Mengelola sarana dan prasarana
  • Mengelola personal sekolah
  • Mengelola keuangan sekolah
  • Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat
  • Mengelola administrasi sekolah
  • Mengelola sistem informasi sekolah
  • Mengevaluasi program sekolah
  • Memimpin sekolah

Tugas Supervisi
Selain tugas manajerial, kepala sekolah juga memiliki tugas pokok me-lakukan supervisi terhadap pelaksanaan kerja guru dan staf. Tujuannya adalah untuk menjamin agar guru dan staf bekerja dengan baik serta menjaga mutu proses maupun hasil pendidikan di sekolah. Dalam tugas supervisi ini tercakup kegiatan-kegiatan:Merencanakan program supervisiMelaksanakan program supervisiMenindaklanjuti program supervisiTugas Kewirausahaan

Di samping tugas manajerial dan supervisi, kepala sekolah juga memili-ki tugas kewirausahaan. Tugas kewirausahaan ini tujuannya adalah agar seko-lah memiliki sumber-sumber daya yang mampu mendukung jalannya sekolah, khususnya dari segi finansial. Selain itu juga agar sekolah  membudayakan perilaku wirausaha di kalangan warga sekolah, khususnya para siswa.

2. Kompetensi Kepala Sekolah

Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut, seorang kepala seko-lah dituntut memiliki sejumlah kompetensi. Dalam Peraturan Menteri Pendi-dikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah telah ditetapkan bahwa ada 5 (lima) dimensi kompetensi yaitu: (a) ke-pribadian, (b) manajerial, (c) kewirausahaan, (d) supervisi, dan (e) sosial. Kemampuan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah tersebut , butuh terus menerus kontrol dari pengawas karena fungsi pengawas merupakan kontrol secara rutinitas , agar proses kegiatan yang di realisasikan kepala sekolah , tidak terpokus pada salah satu komponen tanggung jawab yang di emban kepala sekolah. Bentuk tersebut sudah tersedia pada Gugus-gugus sekolah , bukan pada porum komunitas pengurus yang diatasnya. Semoga. 

Perubahan Pendidikan sebagai Kebutuhan Dasar Manusia



Pendidikan kita pahami bersama sebagai alat untuk mengubah manusia akan perubahan untuk pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia . Ada diantaranya salah satu proses yang mengarahkan hidupnya ke arah nilai-nilai yang relegius, tidak selalu memilihnya dengan mengabaikan nilai-nilai lainnya. Kita semua mempunyai kebutuhan yang merupakan kebutuhan manusiawi yang biasa, untuk mencari kepuasan bila belum terpenuhi .
Suatu kebutuhan sangat penting tetapi belum terpenuhi , dengan mudah menguasai diri kita . Mungkin masih ingat , saat kita dikuasai oleh rasa kantuk yang amat hebat sehingga satau-satunya yang kita inginkan adalah tidur. Sebagian besar di antara kita dapat mengingat saat-saat ketika kita merasa sedemikian tidak aman dan terkucil, sehingga perasaan-perasaan ini menguasai diri kita dan membuat kita hampir tidak mungkin lagi memperhatikan hal-hal lain.Abraham Maslow , seorang psikolog telah menyusun daftar tentang berbagai kebutuhan dasar manusia . Semua kebutuhan itu tersusun secara hierarki yang berarti bahwa bila kebutuhan dasar yang lebih rendah belum terpenuhi, akan mempengaruhi kebutuhan yang lebih tinggi tingkatnya.Teori hierarki kebutuhan dasar manusia yang dikemukakan Abraham Maslow dapat dikembangkan sebagai berikut :

Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

 Kebutuhan paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Kebutuhan-kebutuhan itu seperti kebutuhan akan makanan, minuman, tempat berteduh, tidur dan oksigen (sandang, pangan, papan). Kebutuhan-kebutuhan fisiologis adalah potensi paling dasar dan besar bagi semua pemenuhan kebutuhan di atasnya. Manusia yang lapar akan selalu termotivasi untuk makan, bukan untuk mencari teman atau dihargai. Manusia akan mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan fisiologisnya itu terpuaskan. Di masyarakat yang sudah mapan, kebutuhan untuk memuaskan rasa lapar adalah sebuah gaya hidup. Mereka biasanya sudah memiliki cukup makanan, tetapi ketika mereka berkata lapar maka yang sebenarnya mereka pikirkan adalah citarasa makanan yang hendak dipilih, bukan rasa lapar yang dirasakannya. Seseorang yang sungguh-sungguh lapar tidak akan terlalu peduli dengan rasa, bau, temperatur ataupun tekstur makanan.Kebutuhan fisiologis berbeda dari kebutuhan-kebutuhan lain dalam dua hal. Pertama, kebutuhan fisiologis adalah satu-satunya kebutuhan yang bisa terpuaskan sepenuhnya atau minimal bisa diatasi. Manusia dapat merasakan cukup dalam aktivitas makan sehingga pada titik ini, daya penggerak untuk makan akan hilang. Bagi seseorang yang baru saja menyelesaikan sebuah santapan besar, dan kemudian membayangkan sebuah makanan lagi sudah cukup untuk membuatnya mual. Kedua, yang khas dalam kebutuhan fisiologis adalah hakikat pengulangannya. Setelah manusia makan, mereka akhirnya akan menjadi lapar lagi dan akan terus menerus mencari makanan dan air lagi. Sementara kebutuhan di tingkatan yang lebih tinggi tidak terus menerus muncul. Sebagai contoh, seseorang yang minimal terpenuhi sebagian kebutuhan mereka untuk dicintai dan dihargai akan tetap merasa yakin bahwa mereka dapat mempertahankan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut tanpa harus mencari-carinya lagi.

Kebutuhan Akan Rasa Aman (Safety/Security Needs)

 Setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti kriminalitas, perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam. Serta kebutuhan secara psikis yang mengancam kondisi kejiwaan seperti tidak diejek, tidak direndahkan, tidak stres, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi secara total. Manusia tidak pernah dapat dilindungi sepenuhnya dari ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku berbahaya orang lain. Menurut Maslow, orang-orang yang tidak aman akan bertingkah laku sama seperti anak-anak yang tidak aman. Mereka akan bertingkah laku seakan-akan selalu dalam keadaan terancam besar. Seseorang yang tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas secara berlebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak diharapkannya. 
 Kebutuhan Akan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang (Social Needs)

 Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki. Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan untuk dibutuhkan oleh orang lain agar ia dianggap sebagai warga komunitas sosialnya. Bentuk akan pemenuhan kebutuhan ini seperti bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. Seseorang yang kebutuhan cintanya sudah relatif terpenuhi sejak kanak-kanak tidak akan merasa panik saat menolak cinta. Ia akan memiliki keyakinan besar bahwa dirinya akan diterima orang-orang yang memang penting bagi dirinya. Ketika ada orang lain menolak dirinya, ia tidak akan merasa hancur.Bagi Maslow, cinta menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling percaya. Sering kali cinta menjadi rusak jika salah satu pihak merasa takut jika kelemahan-kelemahan serta kesalahan-kesalahannya. Maslow juga mengatakan bahwa kebutuhan akan cinta meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima. Kita harus memahami cinta, harus mampu mengajarkannya, menciptakannya dan meramalkannya.Jika tidak, dunia akan hanyut ke dalam gelombang permusuhan dan kebencian. 
 Kebutuhan Akan Penghargaan (Esteem Needs)

 Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, selanjutnya manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan egonya atas keinginan untuk berprestasi dan memiliki prestise.Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi.Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi.Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan. Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow. 
 Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri (Self-actualization Needs)

 Tingkatan terakhir dari kebutuhan dasar Maslow adalah aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan dirinya kepada orang lain. Pada tahap ini, seseorang mengembangkan semaksimal mungkin segala potensi yang dimilikinya. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi. Maslow melukiskan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya. Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung muncul setelah kebutuhan untuk dihargai terpenuhi. Akan tetapi selama tahun 1960-an, ia menyadari bahwa banyak anak muda di [Brandeis]] memiliki pemenuhan yang cukup terhadap kebutuhan-kebutuhan lebih rendah seperti reputasi dan harga diri, tetapi mereka belum juga bisa mencapai aktualisasi diri. 
 Kesimpulan 
Manusia adalah salah satu makhluk Allah yang paling sempurna, baik dari aspek jasmaniyah lebih-lebih rohaniayahnya. Karena kesempurnaannya itulah, maka dapat memahami, mengenall secara dalam dan totalitas dibutuhkan keahliaanya yang spesifik. Dan hal itu tidak mungkin dapat dilakukan tampa melalui studi yang panjang dan hati-hati tenang “manusia” melalui Al Qur’an dan sudah tentu harus di bawah bimbingan petunjuk Allah Ta’ala, serta serta berparadigma kepada proses pertumbuhan dan perkembangan eksistensi diri yang terdapat pada para Nabi, Rosul dan khususnya Nabi Muhammad SAW. Semoga, aamiin.