Pendidikan Anak :
Dalam Al-Quran, keturunan adalah bagian yang
penting dalam melanjutkan misi kekhalifahan manusia di bumi. Pendidikan anak
merupakan tanggung jawab dan perhatian semua pihak, terutama para orang tua dan
pendidik.
Allah berfirman : "Hendaklah mereka takut
kepada Allah jika meninggalkan generasi yang lemah di belakang mereka, yang
mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh karena itu, hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar" (QS Al-Nisa 4:9)
Anak adalah amanah/titipan, salah satu cara
mensyukuri anak adalah orangtua berusaha mendidiknya dengan baik supaya menjadi
generasi yang berkualitas. Membangun manusia yang cerdas, kreatif, beriman,
bertaqwa dan berakhlak mulia tentu bukanlah tanpa proses, dan proses menjadi
manusia berkualitas tidak ada yang gratis.
Proses pendidikan anak membutuhkan upaya dan
biaya yang besar, yaitu pengasuhan maksimal sejak bayi dan pendidikan yang
optimal sejak usia sekolah.
BETAPA HEBATNYA OTAK ANAK KITA
Satu hal sering kita lupakan, Allah, menitipkan
komputer Super Hebat di kepala anak kita! Yup, komputer itu bernama OTAK.
Menjelang kelahiran, anak kita memiliki 100 miliar sel otak aktif (neuron),
yang memiliki sekitar 50 triliun sambungan dengan sel otak lain, serta 1
triliun sel glia/perekat (melindungi dan memberi makan neuron). Cabang-cabang
yang disebut dendrit itu terhubung dengan sel-sel lain dengan mengirimkan
pesan-pesan elektris kimiawi.
Selama tahun-tahun pertama kehidupan, otak
mengalami perubahan yang luar biasa, tapi kegiatan neuron tersebut tidak
spontan lagi, melainkan digerakkan oleh hasil pengalaman indra. Dalam
bulan-bulan awal, perkembangan otak bayi sangat menakjubkan : setiap detik sel
otak menghasilkan 3 miliar cabang!
Menjelang usia 8 bulan, otak bayi memiliki 1000
triliun sambungan. Menjelang usia 10 tahun banyak sambungan otak yang mati namun masih
meninggalkan 500 triliun sambungan. Banyak amat.
Kapasitas otak anak kita awalnya hampir sama
dengan otak seorang manusia jenius lho.... Dan otak manusia nih, mampu
menampung informasi yang ada di 500 ensiklopedia! Subhaanallaah.
Tapi sayangnya..... kebanyakan otak manusia
hanya dipakai kurang dari 1% dari kemampuannya yang sesungguhnya.
Juga pada usia tertentu, otak akan memusnahkan
sambungan (sinapsis) yang jarang atau tidak pernah digunakan Para peneliti di
Baylor College of Medicine menemukan bahwa apabila anak-anak jarang diajak
bermain atau jarang disentuh perkembangan otaknya 20% atau 30% lebih kecil
daripada ukuran normalnya pada usia itu. Waduh, sayang banget yah. (Oleh J
Madeleine Nash, Majalah Time, Edisi 3 Februari 1997).
Perbandingan sederhana otak yang jarang
dirangsang dengan otak yang sering dirangsang dapat dilihat di attachment.
Demikianlah bukti-bukti yang menunjukkan pentingnya pendidikan anak sejak usia
dini, karena 'masa keemasan' pertumbuhan otak anak ada di usia itu. Sering kali
orang tua sibuk menabung untuk bekal kuliah anak berbelas tahun kemudian, tapi
mengabaikan 'tabungan' di masa-masa keemasan pertumbuhan intelektual ini.
Ada kecenderungan orang tua memasrahkan
pendidikan anaknya ke sekolah, dengan menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik
sering kali orang tua sedah merasa cukup. Padahal.
Ada tiga alasan kenapa pendidikan di sekolah
saja tidak cukup.... :
Sistem pendidikan di sekolah kita masih berlandaskan
konsep materialisme. Ilmu pengetahuan dipelajari secara parsial, bertujuan
untuk menguasai dan mengeksploitasi sumberdaya alam. Sistem pendidikan seperti
ini, sangat bertolak belakang dengan tujuan pendidikan sejati seperti yang
dituntunkan dalam sistem pendidikan Islam. Ilmu pengetahuan terintegrasi satu
sama lain, menyeluruh, dan ditujukan untuk memelihara alam (tugas khalifah) dan
untuk mengenal Allah.
Di sekolah, pencapaian anak diukur dengan
angka-angka. Kadang-kadang angka-angka itu tidak mencerminkan pencapaian anak
yang sesungguhnya. Bahkan seringkali angka-angka itu sama sekali tidak membantu
anak dalam menghadapi kehidupan nyata.
Di sekolah, seorang guru harus mengayomi sekian
banyak murid. Sehingga pendidikan yang diterapkan tidak memperhatikan keragaman
individu. Dengan sistem seperti ini, akan banyak potensi individu yang tak
terbangkitkan, bahkan terbungkam. Dengan orang tua sendiri menjadi guru, pasti
anak akan lebih terperhatikan.
Bersyukurlah Anda yang mungkin
menemukan sekolah yang ideal untuk anaknya, tapi sayangnya sulit sekali mencari
sekolah seperti itu. Sekolah yang mahal pun tidak menjadi jaminan kualitasnya
pasti bagus. Tapi sekolah yang baik bisa kok dimulai dari rumah, caranya juga
sederhana. Yang pertama tentunya bermain, yang ke-dua, dengan
membudayakan kegiatan membaca.!
Membaca adalah salah satu upaya
terbaik untuk membantu perkembangan otak anak :
Membaca merupakan salah satu fungsi
tertinggi otak manusia (dari semua makhluk hidup di dunia ini cuma manusia lho
yang bisa baca).
Membaca merupakan salah satu fungsi
penting dalam hidup, hampir semua proses belajar didasarkan pada kemampuan
membaca.
Berkat kemajuan dalam penelitian
otak, kita tahu bahwa membaca cerita bagi anak mempunyai manfaat intelektual,
emosional dan fisik, yang dapat meningkatkan perkembangan anak.
Dengan tumbuh dan berkembangnya minat
baca pada diri anak, minat belajarnya pun akan menjadi tinggi. Sehingga kalau
orangtua mampu mengantarkan anaknya menjadi gemar membaca, maka anak akan mampu
belajar secara mandiri, orang tua ga usah marah-marah nyuruh belajar jadinya.

No comments:
Post a Comment
Selamat datang di Bllog kami , ditunggu komentar ya , terima kasih