Sebuah
pertanyaan muncul kita sebagai manusia yang butuh sebuah perubahan dalam
kehidupan ini , tentunya melalui beberapa tahapan yaitu melalui pendidikan .
Tetapi kadang kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan tersebut akar intinya
sadar atau tidak sadar terabaikan. Pada proses inilah pembekalan akan fungsinya
berbelok ke arah tujuan lain yang mendominasi pada tujuan yang ditetapkan .
Mungkin pendidikan berjalan tidak akan pernah berhenti sampai hayat tiap
individu, berbagai teori dan para ahli mengambil sebuah kesimpulan – kesimpulan
dan memunculkan sebuah teknik dan cara , agar tujuan pendidikan tidak liar mencapai
akhir sebuah tahapan pendidikan . Tetapi
teori-teori akan tanggal manakala praktisi pendidikan tanggal akan merespon
hasil kesimpulan para ahli tutup telinga yang sebenarnya sebagai panduan kearah
tujuan . Karena pendidikan sebuah sistem yang saling mengikat satu sama lain.Pada
katagori pendidikan sudah banyak terekam pada masing-masing pendidik,orang tua,
juga masyarakat. Dalam
hal ini penulis menyentuh lagi akan hakekat sebuah pendidikan. Pendidikan pada
hakekatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan
Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar
pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap
perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam UU No.
20 tahun 2003 bab II pasal 3. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk
mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan
tujuan pendidikan. Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan
bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.
1. Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan
pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur
pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan
dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.
2. Pendidikan
nonformal a. Pengertian
Pendidikan
nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat
dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal
paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau
Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di Masjid dan Sekolah Minggu.
Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik,
bimbingan belajar dan sebagainya.
b. Sasaran
Pendidikan nonformal diselenggarakan
bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai
pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka
mendukung pendidikan sepanjang hayat.
c. Fungsi
Pendidikan nonformal berfungsi
mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan
pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan
kepribadian profesional.
d. Jenis
Pendidikan nonformal meliputi pendidikan
kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan
pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan
pelatihan kerja.Pendidikan kesetaraan meliputi Paket
A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk
mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis
taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk
mengembangkan kemampuan peserta didik.
3. Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur
pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri
yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Hasil pendidikan informal diakui
sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian
sesuai dengan standar nasional pendidikan.Alasan
pemerintah mengagas pendidikan informal adalah:
Pendidikan dimulai dari keluarga
Informal diundangkan juga karena
untuk mencapai tujuan pendidikan nasonal dimulai dari keluarga
Homeschooling: pendidikan formal
tapi dilaksanakan secara informal.
Anak harus dididik dari lahir
No comments:
Post a Comment
Selamat datang di Bllog kami , ditunggu komentar ya , terima kasih
No comments:
Post a Comment
Selamat datang di Bllog kami , ditunggu komentar ya , terima kasih